3 Pertanyaan yang Harus Dijawab Sebelum Mulai Merintis Bisnis

startup-bisnis-salatiga

Rasanya sudah nggak sabar ingin memulai bisnis sendiri, ingin bisa segera keluar dari pekerjaan sekarang dan menjadi pengusaha sukses. Seperti itu kah kira-kira perasaan kamu saat ini? Itu adalah perasaan yang wajar bagi kamu yang suka tantangan, yang nggak suka kerja kantoran, yang nggak suka kerja nine to five. Tapi aku mau tanya tiga hal ini sebelum kamu mau buka bisnis sendiri. Semoga ini bisa jadi bahan perenungan kamu sebelum benar-benar “nekad” terjun dan mengalami sendiri.

Pengalaman

Bicara soal pengalaman, bukanlah pengalaman berbisnis. Semua hal pasti ada masa pertama kalinya. Pertama kali berjumpa, pertama kali sekolah, pertama kali bekerja, pertama kali jualan, pertama kali pacaran, pertama kali menikah, eh.

Itulah yang disebut pengalaman, sudah pernah mengalami. Terlepas yang terjadi adalah pengalaman baik atau buruk, it’s already an experience.

Kamu sudah membulatkan tekad pokoknya tetap, kudu, dan harus segera bisa punya bisnis sendiri. Sudah jengah dengan keadaan kantor yang begitu-begitu saja, sehingga kadang menjadi kurang perhitungan saat memutuskan resign dari kantor.

Sudah punya PENGALAMAN yang CUKUP?

Misal, kamu mau buka kedai kopi.

  • Apakah kamu penikmat kopi?
  • Sudah pernah mencoba kedai kopi mana saja, sehingga membuat kamu ingin buka kedai sendiri?
  • Apakah sudah pernah mencoba menjual kopi?
  • Apakah sudah pernah kerja di kedai kopi sebelumnya?

Dari pertanyaan awal soal pengalaman yang aku breakdown itu, coba kamu jawab sendiri disesuaikan dengan usaha yang akan kamu rintis. Setidaknya kamu harus punya sedikit pengetahuan tentang produk tersebut berdasarkan pengalaman pribadi, bukan berdasarkan kata orang, bukan berdasarkan googling, apalagi berdasarkan mimpi belaka.

Modal

Ya mau nggak mau, kalau mau buka usaha sendiri harus punya modal donk. Modal bisa didapatkan dari mana saja, nggak melulu uang pribadi yang bisa dijadikan modal. Tapi saranku hindari modal yang bersumber dari pinjaman bank. Oke lah nanti kalau bisnis kamu sudah jalan dan ingin running bisa pinjam bank untuk memperbesar kapasitas produksi dan penjualan. Tapi kalau posisi kamu masih di starting point, jangan!

Sudah punya MODAL yang CUKUP?

Langkah terbaik mendapatkan modal adalah dengan uang pribadi, bisa kamu peroleh dengan cara menabung. Uang gaji bulanan bisa kamu simpan sedikit demi sedikit hingga mencapai target tertentu yang dapat digunakan sebagai modal.

Kalau kamu sudah nggak sabar ingin bisnis kamu harus segera buka, bisa mengajukan pinjaman ke IMF.

Istri – Mertua – Family

Coba saja, biasanya berhasil. Tapi ya itu, kamu harus bisa jawab pertanyaanku selanjutnya.

Dukungan Keluarga

Berhubung yang akan kita kerjakan adalah demi masa depan keluarga, maka hukumnya adalah wajib mendapatkan dukungan keluarga.

Apakah SUAMI/ISTRI kamu MENDUKUNG?

Kalau jawabannya ‘nggak’, berarti kamu harus cari cara supaya mereka mau mendukung. Coba yakinkan dengan cara memberikan proyeksi keuntungan dan risiko yang mungkin akan dihadapi di depan.

Jangan hanya bicara tentang keuntungan semata, risiko kerugian juga harus dibicarakan. Dengan siapa kamu berbisnis, atau apapun yang bisa kamu sampaikan untuk meyakinkan suami/istri kamu.

Tapi kalau memang benar-benar nggak bisa diyakinkan, sebaiknya kamu perlu pikir ulang untuk melanjutkan keinginan kamu buka bisnis sendiri. Karena dukungan itu artinya juga adalah mendukung dalam doa. Kalau pasangan kamu nggak merestui, bagaimana mereka bisa mendoakan kamu jadi sukses. Iya kan?

Tapi keputusan tetap di tangan kamu, bukan aku. Kalau kamu tetap ngeyel, ya monggo, go ahead. Aku bisa memahami kalau kamu tetap nekad membuka bisnis tanpa dukungan orang rumah. Tentu saja, risiko ditanggung penumpang.

Semoga sukses dan bahagia dengan bisnis baru kamu ya.. Suatu saat kalau kamu sudah sukses karena terinspirasi tulisanku ini, boleh lah cerita-cerita di blog aku ini. Okey.

Salam dari kawan sharing bisnismu ini,
Good Luck!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *