5 Modal Utama Sukses Berbisnis

kesalahan-keutusan-bisnis

Bicara bisnis selalu diikuti pula dengan bicara modal. Apa yang menjadi modal utama sukses berbisnis? Uangkah? Secara umum semua orang akan mengatakan demikian. Tetapi pernah kita dengar bagaimana seorang anak keturunan orang kaya sekalipun tetap tak mampu berbisnis padahal memiliki modal yang cukup. Ternyata uang bukanlah satu-satunya modal agar kita bisa sukses dalam berbisnis.

Ada sebuah ungkapan yang mengatakan jangan memberi ikan pada seseorang yang membutuhkan pertolongan, tapi beri dia kail maka dia akan bisa menolong dirinya sendiri setiap harinya.

Jika kita hanya mengandalkan uang saja sebagai modal, habislah kita. Tetapi kita perlu sebuah kail, dan kail itu perlu diperlengkapi dengan instrumen peralatan yang memadai dan harus di-upgrade agar kail tersebut menjadi semakin kuat dan mampu mendapatkan ikan yang lebih besar lagi.

1. Visi dan Misi Bisnis

Karel Anderson, Head of Marketing Communication Detikcom, mengatakan “Visi tanpa misi adalah mimpi, misi tanpa visi adalah kuli.”

Jangan biarkan aku dan kamu terjebak dalam mimpi, hanya memandang kesuksesan tanpa berani melangkahkan kaki untuk meraihnya. Sebaliknya, kita pun jangan sampai terjebak pula menjadi seorang kuli. Melangkah ke depan tanpa tahu apa tujuan besar kita di depan sana.

Pertanyaan pertama bagi kita semua yang ingin sukses berbisnis: apa yang benar-benar kita inginkan dalam kehidupan berkarir sebagai seorang pebisnis?

Tak mudah menjawabnya bukan? Karena ini pun menjadi sebuah proses perenungan, menilik ke dalam hati kita dan menggalinya hingga relung yang paling dalam, apa sebenarnya harapan kita, apa yang menjadi visi kita ke depan. Dan setelah menemukan visi ke depan kehidupan karir, kemudian tugas selanjutnya adalah mengejawantahkan ke dalam misi yang harus dikerjakan.

Aku sejak memulai bisnis timbangan digital dan alat teknik tahun 2012 sudah memiliki visi bahwa suatu saat akan sukses menjadi seorang pebisnis properti. Cita-citaku adalah menjadi seorang pengusaha properti yang sukses. Apakah aku sekarang tahun 2019 ini sudah sukses menjadi pengusaha properti? Belum.

Bahkan di selang waktu antara 2012 hingga 2018 itu aku sempat mengalami kegagalan, kemudian harus bertahan dengan berjualan angkringan dan menjadi driver ojek online. Apakah kemudian situasi itu membuat aku memadamkan visi besarku? Tentu saja tidak.

Dan di saat aku ditipu partner bisnis apakah membuat aku menyerah begitu saja? Juga tidak. Aku sekarang sedang berusaha bangkit menjalankan misiku untuk meraih kesuksesan besar di depan sana. Aku tetap bekerja sebaik-baiknya, tetap menjalani setiap proses yang ada setiap harinya.

“Visi tanpa misi adalah mimpi, misi tanpa visi adalah kuli.” – Karel Anderson

Head of Marketing Communication Detikcom
2. Belajar, belajar, dan belajar

Belajar tak harus mengenyam pendidikan formal di bangku sekolah maupun universitas. Ada sebuah tempat belajar yang begitu nyata akan kamu dapatkan pelajaran berharga di sana, yaitu kehidupan itu sendiri. Belajar bisa di mana saja, bisa dari mana saja, dari siapa saja.

Ketika kamu sudah terjun dalam dunia usaha, tetaplah terbuka terhadap hal baru, pengetahuan baru, orang baru, situasi baru, yang akan dapat mengisi pundi-pundi wawasan kamu. Semakin kamu mengetahui banyak hal tentang bisnis, maka kamu akan menjadi semakin pintar dan cerdas, serta akan memiliki kemampuan yang bagus dalam mengambil keputusan bisnis.

Artinya apa, artinya kamu akan terbiasa mengambil keputusan yang tak hanya harus cepat tapi juga tepat. Berani mengambil risiko, berani mencoba hal baru, sehingga dapat mengembangkan feeling, insting, dan sense bisnis kamu.

Perlu sebuah dedikasi kuat untuk mau belajar, belajar, dan belajar. Tak hanya soal pekerjaan dan bisnis, tapi juga tentang kehidupan secara luas pun kita harus bisa belajar dari sana. Dan kamu pasti akan mendapatkan sesuatu yang besar pula dari hasil belajar tersebut.

3. Perluas Jaringan

Tak akan mungkin seseorang menjadi sukses tanpa memiliki jaringan yang luas. Karena itu perluaslah jaringan yang kamu miliki.

Dengan memperluas hubungan dengan banyak orang, maka kamu akan semakin dikenal sebagai seorang pengusaha. Beritahu semua orang tentang bisnismu, ceritakan apa yang kamu kerjakan setiap harinya, dan coba ceritakan secara persuasif dan meyakinkan bahwa bisnismu baik untuk direkomendasikan kepada orang lain yang membutuhkan layanan produk atau jasa usaha kamu.

Selain itu, networking juga dapat menjadi tempat belajar kamu. Temukan mentor yang dapat memberikan kamu saran, masukan, bahkan kritik terhadap kamu dan bisnis yang sedang kamu jalankan. Sebagai pemain di lapangan, kita pun perlu arahan dari seorang pelatih yang memiliki kemampuan melihat dengan jeli apa yang sedang terjadi di lapangan.

Dari sisi luar lapangan, mentor akan mengarahkan langkah kita kepada jalan yang benar. Mentor dapat melihat dari pandangan yang lebih luas, mampu melihat kesalahan yang sedang kita lakukan, memberikan informasi yang diperlukan agar kita dapat lebih baik lagi.Selebihnya kita sendiri yang memutuskan berbekal skill dan pengalaman kapan kita harus berjalan, berlari, menggiring, dan akhirnya berhasil mencetak gol kesuksesan.

4. Keluar dari Zona Nyaman

Bukankah kita hidup mencari nyaman? Iya, memang benar kita hidup mencari nyaman. Konsekuensi logis dari keluar dari zona nyaman adalah kehilangan rasa nyaman itu sendiri.

Misalnya kamu sedang berusaha merintis sebuah usaha, membuka toko sayuran. Akan ada rasa nyaman yang hilang di sana. Kamu harus bangun pagi agar mendapatkan sayuran kualitas terbaik dengan harga terbaik pula agar mendapatkan profit margin yang pantas untuk keberlangsungan toko sayuran kamu.

Atau contoh lain misal kamu harus mencari investor untuk mengembangkan bisnismu, setelah mendapatkan pun harus berjuang lebih keras dapat mengembalikan investasi tersebut. Pasti akan muncul proses ketidaknyamanan saat berusaha mengembangkan bisnis.

Mencoba menerapkan ide-ide baru dan berani mengambil risiko terhadapnya bisa jadi sebuah pelajaran baru untuk kamu. Dengan begitu kamu pun jadi tahu sebenarnya apa sih kekuatan dan kelemahan kamu soal bisnis yang sedang kamu kembangkan. Yang sudah baik makin dikembangkan, sementara bila ada kelemahan dapat diasah lagi atau menjalin hubungan kerjasama dengan orang lain untuk saling melengkapi dalam berbisnis.

5. Belajar dari Kesalahan

Mau tak mau, kesalahan pasti pernah menghampiri proses belajar kita sebagai pengusaha. Dan acapkali kita harus bayar mahal untuk sebuah kesalahan yang kita rasa sebenarnya itu tak perlu terjadi. Begitulah hidup.

Tapi bukan berarti kita kemudian menyerah dengan keadaan suliit akibat kesalahan itu kan?

Sebenarnya dengan kesalahan yang pernah kita lakukan dapat memberikan dampak positif untuk perkembangan usaha kamu. Tentu saja dengan catatan, kamu harus bisa belajar dari kesalahan itu. Pengalaman yang dievaluasi akan sangat besar manfaatnya untuk perjalanan bisnis ke depan.

Dengan belajar dari kesalahan, kamu jadi bisa lebih mengerti apa yang sebaiknya dilakukan, apa yang sebaiknya dihindari saat melangkah dan mengambil keputusan. Pengaruhnya pun sangat besar terhadap mental berbisnis kamu, dengan pengalaman pahit itu tapi akhirnya kamu bisa menghindarinya saat menemui hal yang sama maka akan membuat kamu jadi pengusaha yang bermental kuat dan siap menghadapi rintangan apapun di depan.

Yups, begitu dulu aku bicara tentang modal utama menjadi pengusaha sukses. Karena hidup ke depan tak ada yang tahu bagaimana ujungnya, yang penting kita tetap selalu berusaha yang terbaik.

Semoga tulisan ini dapat menjadi inspirasi teman-teman semua yang sedang merintis sebuah usaha maupun yang sedang mengembangkannya.

Aku akan sangat senang sekali kalau kamu mau memberikan komentar tentang tulisan ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *