Analisis Kompetitor: Perlukah?

Memiliki sikap optimis saat akan membuka sebuah bisnis adalah bagus, tapi juga harus dibarengi dengan kemampuan analisis kompetitor yang satu bidang dengan usaha yang akan kita jalankan. Sebagai pebisnis pemula banyak yang mengabaikan hal ini, kemungkinan karena merasa dirinya tak cukup cakap atau merasa tak perlu karena toh ini adalah bisnis kecil-kecilan, sedang mulai merintis.

Sebesar apapun bisnis yang akan kamu rintis, selalu ada kompetitornya. Kamu mau buka bisnis kuliner; spesifiknya misal kamu buka angkringan, tetap ada pesaingnya baik yang sudah ada maupun di masa mendatang ada yang akan buka angkringan juga. Bisnis yang lebih besar misal kamu mau buka mini market, juga ada kompetisi di dunia per-minimarket-an.

Jadi tak perlu berpikir terlalu dalam mencari ide bisnis yang belum ada pesaingnya. Kalau sama sekali nggak ada kompetitornya, ini malah jadi mencurigakan. Jangan-jangan bisnis yang kamu rintis tak memiliki pasar dan tidak prospektif.

Menganalisis secara detail kompetitor bisnis kamu akan memberikan dampak positif nantinya. Kamu jadi lebih berwawasan tentang bisnis tersebut, dan dapat menjadikan bisnis kamu lebih baik dari pesaing yang sudah ada. Begitu juga dapat mengantisipasi datangnya kompetitor di masa mendatang.

Selain itu kamu juga bisa menentukan posisi bisnis di antara pesaing yang sudah ada. Ini penting karena kalau tidak menentukan posisi, kita akan mudah terjebak dengan hal-hal yang tak perlu kita lakukan, membuang energi dan bahkan dapat membuat bisnis kita layu sebelum berkembang. Dengan begitu kamu bisa memutuskan strategi apa yang digunakan untuk memulai dan mengembangkan bisnis.

Baiklah, sebenarnya mengapa sih harus mempelajari kemudian menganilisis kompetitor bisnis yang akan kita bangun?
Siapa lawan kamu

Kamu perlu tahu siapa lawan kamu. Setelah mengetahui siapa lawan bisnismu, nggak hanya soal mengalahkan tapi juga kamu bisa melihat ke dalam diri sendiri agar tetap realistis namun optimis tetap bisa buka bahkan bisa running.

Minimalisir risiko

Setiap bisnis pasti ada risiko. Menganalisis kompetitor dapat memberikan wawasan agar dapat melangkah sesuai dengan alur bisnis yang kita rencanakan. Jangan sampai kamu membuang energi yang tak perlu sehingga risiko kerugian dapat ditekan. Jangan terlalu memaksakan diri ingin mengalahkan bisnis yang sudah ada dan yang sudah besar itu.

Belajar dari kompetitor

Pesaing bisa dijadikan tempat belajar. Kamu bisa membuka komunikasi dengan pesaing untuk mendapatkan informasi tentang bisnis itu. Cara lainnya misal kamu magang di tempat usaha kompetitor kamu, pasti kamu akan mengetahui kelemahan mereka. Dan kamu dapat memperbaiki kelemahan mereka diterapkan ke dalam bisnis kamu nantinya.

Harga

Harga menjadi salah satu senjata yang lazim digunakan saat terjadi persaingan bisnis. Bukan yang utama, tapi ini menjadi semacam pertanyaan yang selalu muncul dari konsumen.

Berapa harganya?

Diferensiasi

Kamu harus berbeda dari kompetitor. Kalau kamu sama saja dengan pesaing yang sudah berdiri lebih dulu, lantas apa yang membuat konsumen datang ke kamu. Kalau pembedanya hanya soal harga yang lebih murah dibanding pesaing, ini juga perlu diwaspadai. Jangan sampai rugi hanya karena ingin mengejar konsumen datang.

Lebih baik

Kata kuncinya adalah, Lebih Baik.

Kamu harus berusaha menjadi lebih baik dari pesaing yang sudah ada. Caranya adalah melakukan ATM. Amati, Tiru, Modifikasi. Kita lihat setiap langkah kompetitor, tiru dan lakukan perbaikan dari apa yang sudah mereka kerjakan.

Bisnis itu ibarat perang, dan di dalamnya ada pertempuran-pertempuran. Barang siapa memenangkan lebih banyak pertempuran, maka dia akan menjadi pemenang. Atau barang siapa yang bisa menang dalam pertempuran kunci, dia akan menjadi pemenang.

Nah bagaimana kita bisa mengalahkan lawan kalau tidak tahu sama sekali tentang lawan yang harus dihadapi. Saat harus menghadapi kompetitor yang kuat dan saat menghadapi kompetitor yang sepadan dengan kita, tentu strategi dan taktiknya akan berbeda.

Aku sampaikan caranya agar kamu bisa segera mengetahui kapasitas kompetitor bisnis kamu.

Kategori Kompetitor

Jenis kompetitor bisa dibagi menjadi tiga, yang aku istilahkan seperti ini:

  1. Kompetitor Striker
  2. Kompetitor Midfielder
  3. Kompetitor Center Back

Kompetitor Head to Head, adalah pesaing yang jenis usahanya sama persis dengan yang sedang kamu rintis. Misal kamu buka usaha produksi pintu dan jendela kayu, maka kompetitor langsung kamu adalah yang sama-sama buka usaha itu. Seperti dalam sepakbola dan kamu adalah kipernya, kompetitor ini adalah tipe striker yang mempunyai potensi sangat besar berhadapan langsung dengan bisnismu.

Kompetitor Midfielder, kadang tiba-tiba muncul sebagai pencetak gol dari lini kedua, adalah pesaing yang jenis usahanya tidak berhubungan langsung dengan jenis usaha kamu. Masih dalam satu bidang, tapi secara spesifik tidak bersinggungan langsung.

Misal kamu jual angkringan, sebelah warungmu adalah warung soto. Nggak saling bersinggungan karena jenis makanan yang dijual berbeda, tapi persaingannya sama yaitu masih urusan perut alias makan.

Atau misal bisnis pintu dan jendela tadi, pesaingmu bisa jadi adalah dari luar kota yang juga bisa mengerjakan pemesanan dari kotamu.

Kompetitor Center Back, seperti seorang pemain belakang tiba-tiba maju ke depan dan mencetak gol saat terjadi tendangan bola mati. Adalah pesaing bisnis yang sama sekali nggak ada hubungannya sama bisnismu tapi ternyata juga bisa mengancam.

Misal kamu buka rental dvd film, dapat terancam dengan adanya teknologi internet yang menyediakan film beragam dan gratis.

Jadi, menganalisis kompetitor itu memang perlu agar bisnis yang baru dimulai dapat tetap bertahan, menjadi lebih baik, bahkan menjadi lebih besar dari pesaing kita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *