Cara Bikin Story Instagram Biar Bisa Jadi Cuan

insta-story

Sebagai partisipan dalam sebuah generasi industri four point zero pasti punya akun Instagram dong ya? Tujuan pemilik akun Instagram tentu berbeda-beda satu dengan yang lain. Kalau kamu adalah pengguna Instagram untuk tujuan bisnis, tak ada salahnya menyimak pembahasanku kali ini tentang cara membuat story di Instagram yang menjual dan pastinya biar bisa jadi cuan.

Lebih dari 500 juta umat Instagram yang menggunakan fitur Stories setiap harinya. Kalau kamu punya bisnis atau brand yang ingin dikembangkan, ini adalah kesempatan yang baik untuk mendapatkan perhatian followers kamu. Nggak hanya itu, bahkan brand kamu pun dapat memperluas dan semakin eksis di dunia maya. Tentu harapannya adalah eksis di dunia maya, bisnis tetap nyata.

Tapi ingat, stories yang kamu buat di Instagram hanya tayang selama 24 jam saja. Ini jadi sebuah tantangan tersendiri mengingat followers kamu pun nggak hanya mengikuti akun Instagram kamu seorang, banyak sekali akun lain yang mereka ikuti. Nah, tinggal bagaimana nih pintar-pintarnya kita buat bikin konten yang menarik di stories biar pada betah mantenginnya.

1. Mudah Ditemukan

Kalau kamu lihat hampir di setiap postingan Instagram pasti ada hashtag yang menyertainya. Hashtag ini digunakan dengan tujuan agar posting tersebut dapat ditemukan oleh audiens yang memiliki minat yang sama terhadap hashtag tersebut.

Jadi peluang untuk mendapatkan followers baru pun semakin terbuka lebar dan sangat tertarget karena jelas mereka dengan sengaja mencari kesamaan minat melalui hashtag tersebut.

2. Membuat Konten yang Mengigit

Saat kita membuka sebuah story di Instagram, maka tampilan story tersebut akan memenuhi seluruh layar gadget atau handphone. Jadi memang konten yang kita buat di stories tersebut harus yang powerful. Kamu bisa memanfaatkan semua fitur yang disediakan oleh Instagram. Banyak variasi pilihan yang sekiranya dapat memancing kreativitas kamu untuk membuat konten berkualitas dan menggigit.

Harapannya adalah begitu konten kamu sudah berhasil menggigit audiens, usahakan untuk selalu kreatif dalam berimajinasi membuat konten agar gigitan itu tidak akan lepas.

Kamu bisa gunakan fitur Polling, misalnya. Dengan fitur polling kamu bisa gunakan untuk mendapatkan feedback dari audiens atau customer kamu. Feedback ini sangat penting bagi kita sebagai penjual atau pemilik produk.

Misal saja kamu ingin mengeluarkan produk terbaru dari desain sepatu terbaru. Kamu bisa kasih opsi di polling tersebut, entah itu warna atau motif atau bahan material yang akan dipakai. Jadi kamu pun bisa menentukan produk seperti apa yang diinginkan oleh pasar dalam hal ini adalah audiens dan pelanggan setia kamu.

3. Analisis Performa Stories

Setelah apa yang sudah kamu coba lakukan dengan mengutak-atik stories yang menjual, perlu juga dilakukan analisis agar mengetahui seberapa besar impact yang didapatkan dari stories tersebut.

Instagram pun menyediakan fasilitas untuk melacak dan memberikan informasi seberapa banyak audiens yang berhasil kamu dapatkan dari stories kamu. Setelah audiens berhasil didapat kemudian bisa semakin bertambah jumlah followers kamu, bahkan kemudian mendapatkan konversi penjualan yang baik, kamu bisa me-review kembali kualitas konten stories tersebut.

Analisis diperlukan agar kita menjadi tahu apa saja yang membuat audiens banyak, apa yang membuatnya menjadi sepi penonton. Atau kamu juga jadi tahu konten seperti apa yang bisa langsung menghasilkan konversi penjualan alias bisa dapat duit cepat.

Ya, semoga ini nggak menjadikan beban tersendiri untuk memulai membuat konten stories Instagram. Tapi semoga malah bisa jadi inspirasi menumbuhkan kreativitas bermain sambil bisnis di Instagram.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *