Salatiga Kota Pensiun: Merantaulah!

merantau-pergi-dari-salatiga

Sudah sedari entah kapan, Salatiga dikenal dengan julukan Kota Pensiun. Suasana kota yang tenang di lereng gunung Merbabu, tingkat polusi dan kemacetan yang rendah, tak banyak pabrik di sana, itu lah yang menjadi gambaran Salatiga. Iya memang benar, tapi itu dulu waktu negara api belum menyerang.

Sekarang Salatiga sudah menjadi kota besar, eh. Salatiga tetap menjadi sebuah kota kecil meskipun sekarang sudah mengalami pemekaran menjadi empat kecamatan dari yang tadinya cuma satu kecamatan. Tapi keadaan kota Salatiga sudah berbeda, sama dengan perasaanku padamu yang sudah berbeda. Hahaa..

Kamu yang merasa sudah nyaman hidup dan tinggal di Salatiga, it’s okey. Karena Salatiga memang sangat nyaman ditinggali. Sekarang aku menulis ini buat kamu yang sekiranya masih muda dan punya gairah hidup lebih untuk mencapai kesuksesan, nggak ada salahnya menyimak alasan mengapa kamu harus segera pergi meninggalkan kota Salatiga tercinta ini.

1. Keluar dari zona nyaman

Kembali soal kenyamanan tadi, nggak hanya soal udaranya, tapi soal kenyamanan hidup yang kalau sudah merasa nyaman tentu nggak ingin beranjak berusaha mencari kenyamanan di tempat lain.

Keluar dari Salatiga akan membuat dirimu tertantang menaklukkan kerasnya dunia, alias keluar dari zona nyaman. Kamu mungkin lahir, besar, dan tinggal di Salatiga sudah begitu lama. Semua tempat dan perubahan yang terjadi pun sudah hafal di luar kepala. Sampai-sampai jalan berlubang di sepanjang jalan Jendral Sudirman Salatiga pun kamu hafal betul titik koordinatnya.

Kalau kamu ingin berflower, pastikan kamu punya keinginan untuk tak berlama-lama lagi tinggal di Salatiga. Temukan tempat baru, dan hadapi tantangan yang berbeda dengan apa yang kamu rasakan di Salatiga. Dari yang sederhana saja, soal makanan yang pasti rasanya akan berbeda dengan yang ada di rumah. Belum soal pekerjaan dan lingkungan masyarakat yang berbeda akan jauh berbeda budaya dan kebiasaannya. Keluarlah dari zona nyaman di Salatiga.

2. You’ll Become Tough Warrior

Apakah ada seorang pejuang yang tak pernah berjuang? Aku rasa ngga ada ya. Seorang pejuang pasti harus mengalami proses perjuangan. Memperjuangkan sesuatu yang pantas untuk diperjuangkan. Laksana seorang pejuang cinta yang memperjuangkan cinta, diikuti pula dengan pengorbanan dan ketetapan hati agar memperoleh cinta yang diharapkan.

Kamu yang terbiasa manja di rumah, semua serba ada dan cemepak tinggal nggaglak, pakaian kotor sudah ada yang mencuci, kamar mandi sudah ada yang bersihkan setiap hari, dapat dipastikan masa tuamu tak akan pernah bahagia karena belum pernah merantau.

Kamu pun akan menjadi pribadi yang cenderung lemah, tak berdaya, dan mudah patah saat bila suatu saat terpaksanya kamu harus menjalani kehidupan yang berbeda dengan keadaanmu sekarang. Karena sejatinya hidup ini tak ada yang tahu masa depan akan bagaimana. Jika kamu masih manja, kamu tak akan bisa menjadi seorang pejuang kehidupan yang sejati.

3. Berjumpa dengan Seribu Satu Kesempatan

Mungkin kamu adalah seorang yang baru lulus sekolah menengah, kuliahlah di luar kota. Jangan melulu mengidolakan dan menjadikan Universitas Kristen Satya Wacana sebagai satu-satunya referensi tempat kuliah kamu. UKSW baik, U yang lain di luar kota juga baik, tinggal kamu memilih mana yang sekiranya bisa membuat kamu bertemu dengan kesempatan-kesempatan besar dalam hidupmu.

Kamu yang punya passion di industri kreatif bisa hijrah ke Bandung atau Jogja, menimba ilmu di sana baik secara formal maupun informal. Temukan orang-orang kreatif di sana dan belajarlah, dan kesempatan itu akan datang saat kamu berusaha bertemu dengan banyak orang-orang baru.

Kamu yang ingin meniti karir jadi orang kantoran, bisa ke Jakarta atau Surabaya. Kesempatan sukses berkarir akan lebih besar di kota besar. Kamu bisa meraih posisi top manager sebuah perusahaan bila kamu bekerja di tempat yang mengapresiasi profesionalitas dan prestasi. Kota besar menjadi pilihan tepat, karena di sana banyak berdiri perusahaan besar baik skala nasional maupun internasional.

Beberapa tempat memiliki peluang untuk memberikan kesempatan yang lebih beragam buatmu. Kamu merasa di kota asalmu susah mengembangkan industri kreatif? Cobalah pindah ke Bandung atau ke Jogja. Ingin berkarir jadi eksekutif muda? Jakarta dan Surabaya bisa jadi pilihan tepat.

Intinya begini, kalau kamu merasa Salatiga bukanlah tempat yang tepat untuk mendukung terwujudnya cita-citamu, dan kesempatan serta peluang sukses sepertinya tak bisa diharapkan, segera pergi dari Salatiga. Pergilah yang jauh ke tempat impian kamu bisa terwujud.

4. Bisa Jadi Manusia Bunglon

Bukan berarti kamu bisa berubah warna sama seperti warna tempat kamu berada. Tapi kamu akan menjadi manusia yang mampu beradaptasi dengan keadaan. Di perantauan akan berbeda situasinya. Entah itu perantauan yang nggak jauh-jauh amat, seperti kalau dari Salatiga berarti ya sekitar Semarang, Solo, Jogja. Atau perantauan yang jauh seperti di Jakarta atau Surabaya, bahkan perantauan yang jauh banget seperti di Kutub Utara atau di Afrika. Semua tempat memiliki budaya masing-masing yang berbeda dengan Salatiga kota kita tercinta ini.

Sederhananya kita bicara tentang bahasa. Meskipun sama-sama di Jawa tapi setiap kota di Jawa memiliki bahasa yang berbeda. Bahasa Jawanya Solo pun berbeda dengan bahasa Jawanya Jogja. Apalagi kalau kamu merantau ke Jakarta atau Surabaya, wuih bisa dipastikan berbeda sama sekali dengan bahasa di Salatiga. Ya jelas, konsekuensi logisnya adalah kamu harus belajar bahasa di mana kamu merantau. Belajar budayanya, belajar menikmati makanannya, belajar tipikal orang-orangnya.

Soalnya kemampuan beradaptasi ini adalah skill yang harus, kudu, wajib kamu miliki kalau ingin jadi orang di perantauan. Kalau nggak bisa beradaptasi, sebaiknya nggak usah jadi orang. Hihi..

Pintar-pintarlah bersikap terhadap orang lain yang notabene memiliki latar belakang berbeda-beda. Dengan merantau kamu akan bisa belajar memiliki kemampuan adaptasi yang lebih baik lagi. Rasakan dan nikmati proses adaptasi ini, dan setelah sekian waktu lihat perbedaannya saat nanti kamu pulang ke Salatiga.

5. Bebas Bertanggung Jawab

Seiring berjalan waktu meninggalkan Salatiga, kamu menjadi semakin dewasa dan mulai meraih keberhasilan. Tantangan berikutnya terhadap dirimu sendiri adalah soal kebebasan. Kamu merasa sudah berhak menentukan jalan hidupmu sendiri dan tak perlu lagi pertimbangan orang tua dalam memutuskan sesuatu.

Di perantauan inilah kamu bisa belajar menjadi pribadi bebas namun bertanggung jawab terhadap diri sendiri. Tak ada yang mengawasi lagi, bukan berarti membiarkan diri menjadi liar seperti kupu-kupu, eh.

Biasanya soal kebebasan inilah yang membuat orang yang sedang merintis karir di perantauan menjadi runtuh. Pergaulan yang tidak sehat, pengendalian diri yang lemah, sehingga membuat diri tak lagi memiliki rem saat harus menghadapi godaan kehidupan. Karena itu, di perantauan kamu akan bisa belajar bahwa ternyata bebas itu nikmat kalau bisa bertanggung jawab.

6. Jadi Tahu Apa yang Kamu Mau

Tinggal di Salatiga melulu bisa membuat kamu nggak tahu apa yang sebenarnya kamu mau. Merantaulah, dan di sana matamu bakal terbuka akan banyak hal yang ternyata itu adalah yang kamu mau dalam hidupmu. Semacam penguatan, bahwa hidup ini adalah panggilan untuk melakukan sesuatu yang benar-benar diinginkan. Panggilan itu mungkin sudah muncul benihnya ketika masih di Salatiga, tapi seringkali menjadi layu sebelum berkembang karena pengaruh negatif orang-orang terdekat.

Di perantauan kamu akan memiliki keputusan berdasarkan apa yang kamu yakini dengan bebas. Tapi tetap harus diingat, bebas bertanggung jawab.

7. Networking Baru dan Lebih Luas

Tetap pertahankan hubungan baik dengan orang-orang di Salatiga, sementara di perantauan kamu membuka jaringan baru yang akan membuat relasimu semakin luas dan kuat. Ini penting untuk masa depan kamu.

Bergaulah dengan siapapun yang dapat memberikan impact positif bagi perkembangan dirimu.

8. Mempertajam Insting Bertahan Hidup

Nggak hanya buat bertahan hidup, karena kita adalah manusia yang selalu ingin berubah menjadi lebih baik maka insting harus dipertajam agar dapat mencapai kesuksesan. Dengan semakin banyak orang yang ditemui, semakin banyak persoalan yang dihadapi, maka kita akan memiliki kemampuan mengatasi permasalahan dan keluar sebagai pemenang.

Dari situ insting akan terus terasah dan keputusan-keputusan yang diambil pun dapat dipertanggungjawabkan demi meraih sukses di perantauan.

Misal kamu jadi tahu kapan harus resign dari kantor tempat kamu bekerja untuk pindah ke perusahaan lain atau bahkan untuk membuka usaha sendiri.

9. Jadi Lebih Mengerti Arti Sebuah Keluarga

Yang namanya merantau pasti harus meninggalkan keluarga di Salatiga. Dengan begitu kamu akan menjadi sadar betapa keluarga di rumah sangat menyayangimu. Jangan kira mereka senang karena kepergiaanmu ke tempat yang jauh, mereka pun berkorban harus berpisah denganmu demi kesuksesan yang kamu cita-citakan.

Rindu kepada ibu, kepada bapak, kepada saudara, membuat kamu juga mengerti bahwa keluarga adalah segalanya. Jadi, saat kamu sudah mulai meraih sukses jangan lupakan keluarga di rumah Salatiga ya. Tetap selalu menjaga silaturahmi, meluangkan waktu untuk menghubungi apapun keadaanmu, saat senang maupun saat susah di perantauan.

Sebenarnya masih banyak alasan mengapa kamu harus segera merantau pergi dari Salatiga. Tapi kamu pasti nanti akan merasakan sendiri, “Oh ternyata merantau itu bisa bikin aku jadi begini ya, jadi begitu ya, jadinya aku sekarang bisa sukses.”

Mungkin kamu adalah orang Salatiga yang sedang merantau, mau dong dengar sedikit ceritanya tentang mengapa kok kamu akhirnya memutuskan pergi dari Salatiga. Tulis di kolom komentar ya, aku tunggu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *